Laboratorium Pilot Plant Fakultas Teknologi Pertanian
Ditulis pada tanggal 13 April 2018, oleh admin, pada kategori Berita 1, Kegiatan

Porang merupakan tanaman asli Indonesia yang banyak tumbuh secara liar dan juga dibudidayakan di Pulau Jawa. Umbi porang mengandung polisakarida yang disebut glukomannan dimana polisakarida ini mampu menyerap air dengan banyak kelebihan diantaranya, mengandung serat pangan, memiliki kemampuan gelatinisasi, membersihkan saluran pencernaan, penurun kolesterol dan gula darah.

Masalah yang dihadapi dalam pengembangan tepung porang sebagai bahan pangan di Indonesia adalah adanya kalsium oksalat. Kalsium oksalat pada tepung porang menyebabkan rasa gatal dan iritasi saat dikosumsi. Konsumsi makanan yang mengandung kalsium oksalat dapat menyebabkan kristalisasi dalam ginjal dan gangguan-gangguan kesehatan lainnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, telah ditemukan teknologi yang dapat menurunkan kadar kalsium oksalat pada tepung porang. Dengan dukungan yang dimiliki oleh Universitas Brawijaya (UB) berupa hasil penelitian porang khususnya proses penepungan dan pemurnian porang telah melahirkan 2 buah berupa paten sertifikat yang berkaitan dengan proses pencucian tepung porang, sehingga aman bagi industri pangan dan pangan fungsional untuk menggunakan tepung porang sebagai bahan baku produk dan 3 buah paten yang terdaftar pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI yang berkaitan dengan mesin penepungan porang.

Masalah utama produk pangan fungsional dan suplemen pangan yang mengandung glukomanan adalah harganya yang masih tinggi karena mengandung bahan impor. Bahan baku porang lokal sebagai sumber glukomannan diperoleh dari tanaman porang dan diolah dengan teknologi yang telah dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Porang Indonesia (P4I) Universitas Brawijaya. Dengan dukungan hasil riset dan legalitas di atas, maka UB dapat memproduksi supplemen pangan dan pangan fungsional dengan bahan baku utama tepung porang atau tepung glucomanan sehingga dapat dijual secara komersial dengan harga yang bersaing.

Adanya unit bisnis olahan pangan skala pilot plant, berbasis komoditi seperti porang dapat menjadi peluang usaha berupa unit bisnis olahan porang dan pangan fungsional berbasis tepung porang yang aman (Food Safety), halal dan thoyib bagi Universitas Brawijaya untuk menjawab tantangan permintaan produk dan jasa yang ada di pasar global. Program IbKIK di Universitas Brawijaya (UB) menjadi usaha bisnis non-akademik UB. Unit bisnis ini dapat menjadi sarana sosialisasi produk-produk intelektual dosen dalam pemenuhan kebutuhan produk suplemen pangan dan pangan fungsional. Unit bisnis ini menjadi tempat pelatihan wirausaha bagi dosen dan mahasiswa yang siap berkompetisi masyarakat ekonomi ASEAN.

Program IbKIK Unit Bisnis Olahan Porang akan menghasilkan luaran berupa unit bisnis olahan porang di UB, produk suplemen pangan dan pangan fungsional berisi bahan baku tepung porang, paten sederhana proses pembuatan kapsul suplemen pangan dan pangan fungsional (bakso). Peluang keberhasilan IbKIK unit bisnis olahan porang berupa suplemen pangan dan pangan fungsional menjadi tinggi karena adanya kerja sama dengan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Universitas Brawijaya (UB), sebagai distributor utama produk unit bisnis ini. Supplai bahan baku unit bisnis ini juga terjamin karena ada kerja sama dengan LMDH Rimba Mas Sejahtera Desa Pajaran, Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun. Kerja sama dengan LMDH diperkuat oleh MOU UB dengan Balitbangda, Kab. Madiun.